close
close
0
Dikirim pada 09 Mei 2011 di Campuran

 

http://Ayahara.abatasa.com Bila anda cemburu berarti kegiatan taaruf anda sudah berubah menjadi kegiatan pacaran bermerek “taaruf”, maka kita perlu membuka kamus karena Banyak yang orang/film/buku yang mengacaukan makna Pacaran, Taaruf dan Khitbah, sehingga terjadi bias makna.
 
Assalamualaikum
@ mbak/mas sayabaru.
Beda pendapat boleh saja dan silakan saja anda tidak setuju pendapat saya. Tetapi Anda tidak perlu emosi. Di http://ayahara.abatasa.com/post/detail/7122/chat-bolehkah-akhwat-bertaaruf-dengan-banyak-ikhwan-dalam-waktu-bersamaan
 
Berikut jawaban dan menurut hemat (pendapat) saya berdasarkan
Dasar hukum yang kuat, yaitu dasar yang membolehkan orang(muslim/muslimah) bertaaruf dengan banyak orang sekaligus ialah surah Al Hujurat 13.
 
Sekarang saya bertanya kepada mbak/mas,
apa dasar hukum yang melarang orang bertaaruf lebih dari satu?
 
Kalau mbak/mas bingung tidak mendapatkan dalil (dasar hukumnya), mari kita refresh lagi makna taaruf, pacaran, khitbah, menikah menurut kamus bahasa indonesia di http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php 
Keterangan Kamus:
n = noun =kata benda/nama
Ar = arab
~ = kata yang dipakai dalam kalimat
Isl = islam
 
Pacaran :
Dari kata dasar pacar yang artinya teman lawan jenis yang tetap dijadikan calon istri/suami berdasarkan cinta yang BIASANYA akan dinikahi, menurut kamus:
 
pa·car n teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih;

ber·pa·car·an v bercintaan; berkasih-kasihan: kedua remaja itu sudah ~ sejak mereka duduk di kelas tiga sekolah menengah tingkat atas;
 
Taaruf :
Dari bahasa arab yang artinya, berkenalan atau saling mengenal antara manusia golongan, suku dan bangsa Al Quran: QS Al-Hujurat 13, yaitu:
 

     “Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telahi

     menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang
     perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa
     dan bersuku-suku, agar kamu saling mengenal…(taaruf).”

 adapun contoh percakapan taaruf:

التَّعَارُف
Ta’aruf
Berkenalan-Introducing
 
 
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ:  أنس
Anas: Assalamualaikum
 وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ: عائشة
Aisyah: wa alaikumsalam  
 اِسْمِيْ أنس ، مَا اسْمُكِ ؟
Ismii Anas, Masmuk? Namakuِ Anas, Siapakah namamu?
  
اِسْمِيْ عائشة كَيْفَ حَالُكَ ؟   :عائشة
Aisyah: Nama saya aisyah, Bagaimana kabarmu?
  
بِخَيْرٍ، وَالْحَمْدُ للهِ. وَكَيْفَ حَالُكِ أَنْتَِ ؟ : أنس
Anas: Baik, alhamdulillah. Anda, apa kabarnya?
  
بِخَيْرٍ، وَالْحَمْدُ للهِ:عائشة
 Aisyah: Baik, alhamdulillah
 
*-*-*-*-*

 

uniknya....Kata taaruf menurut kamus bahasa indonesia bahkan tidak ada kaitannya dengan pernikahan, sbb:
ta·a·ruf Ar n perkenalan: para peserta musabaqah yg datang dari berbagai negara sahabat dan peserta dr dl negeri mengadakan pawai -- keliling kota
 
Khitbah:
Dari bahasa arab, dalam arti meminang (melamar) calon istri sebelum terjadinya pernikahan, agar istri terikat tidak bisa dilamar oleh orang lain.
 
Makna menurut kamus:
 
khit·bah n Isl peminangan kpd seorang wanita untuk dijadikan istri
 
la·mar v, me·la·mar v : meminta wanita untuk dijadikan istri (bagi diri sendiri atau orang lain); meminang: ~ anak perawan;
 
pi·nang v, me·mi·nang v 1 meminta seorang perempuan (untuk dijadikan istri); melamar: tidak ada yg berani ~ anak jutawan itu;
 
 
Kesimpulan menurut Kamus bahasa indonesia dan bahasa arab:
 
Pacaran adalah kegiatan cinta kasih teman lawan jenis yang tetap dengan dasar cinta, sehingga orang tidak bisa pacaran lebih dari satu.
 
Taaruf:
Taaruf adalah kegiatan perkenalan dengan pawai keliling kota, taaruf juga perkenalan antar manusia lelaki atau perempuan, antar suku dan bangsa, tidak ada ikatan cinta antara lelaki dan wanita yang bertaaruf. Sehingga tidak ada larangan bertaaruf lebih dari satu orang.
 
Maka anda tidak berhak marah/cemburu bila teman taaruf anda menikah dengan orang lain, dan sebaliknya teman taaruf anda tidak boleh marah/cemburu bila anda menikah dengan orang lain. Karena bila anda cemburu berarti kegiatan taaruf tersebut sudah berubah menjadi pacaran bermerek “taaruf” karena
 
Menurut kamus, pacaran berdasarkan cinta/cemburu, sedangkan taaruf tidak ada cinta/cemburu,
 
Jadi Sekarang saya bertanya lagi kepada mbak/mas,
Apa dalil dasar hukum yang melarang orang bertaaruf lebih dari satu?
 
 

Salam dari bang anas (mizter anas),
pakar taaruf :)

Wallahu a’alam


 



Dikirim pada 09 Mei 2011 di Campuran
comments powered by Disqus
Profile

Pada Tahun 2007, Lativi (TVOne) Meliput peresmian RumahCahaya (RC) Oleh Penulis Bunda HTR n Ananda Faiz, RC dapat menambah koleksi buku dari para Pembaca yang membeli Karya Kami dan siswa les pelatihan: secara tidak langsung menyumbang RC agar tetap terus berusaha mencerdaskan bangsa, aamiin... (Anas Mr AnasAyahara) More About me

Tag
1 Intro

    Foto n Kisah Peresmian
    Photobucket

    Les-SemiPrivat Hemat
    Photobucket
    Video Motivasi
    Sekilas Kegiatan Di Rumah Baca:
    Balita Menulis Abatasa
    Belajar Mengggambar
    Belajar Bahasa

    ONLINE FIL ARDHI

Shalat Almanak
    HARI APA ANDA DILAHIRKAN
    ALMANAK
SPONSOR2 grafik YM
@ideAnas
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2.510.106 kali


connect with ABATASA