0
Dikirim pada 25 Oktober 2011 di 1 Motivasi

Apakah hajinya mabrur?, padahal berhaji sudah mengeluarkan banyak biaya, waktu dan tenaga, perhatikan contoh percakapan tentang haji:‎

 

"Pak. Bapak kan sudah haji, mengapa Bapak masih saja sholat subuh di rumah?" tanya bang kampleng.

"Waduh maaf, saya sibuk banget" jawab Pak Fulan berdalih.

 

"Sibuk ya?, tapi maaf nih, saya perhatikan bapak berangkat kerja jam 5.00 pagi, berarti bapak masih sempat mampir di masjid iya kan?, omong-omong, saya cuma mengingatkan saja sebagai sesama muslim, saya nggak memaksa lho ngajak bapak agar subuh di masjid, krn "laa ikraha fiddien" (tdk ada paksaan dalam dien atau cara hidup), saya pun nggak ambil untung duniawi lho?, bila bapak subuh di masjid atau tidak" kata bang kampleng sambil tersenyum. Sambil berkata Mengapa kok, subuh yang ditanyakan? karena menurut rasulullah, ibadah shalat subuh dan isya adalah shalat yang paling berat untuk orang munafik), jadi bagaimanakah nasib seorang yang sudah haji, tetapi malas subuh di masjid dengan berbagai alasan?”

 

"Iya juga sih..., tapi saya malas ke masjid karena saya nggak suka kalau Pak Fulan X itu jadi yang imam dan saya malas ketemu orang sok alim seperti Fulan XX." kata Pak Fulan berdalih kembali, bagaikan mencari seribu alasan

 

"Kalau soal itu... di setiap mesjid pasti saja ada suka nggak suka, saya diam-diam juga nggak suka sama fulan X, tapi saya tetap ke masjid, karena Allah mengundang kita ke masjid,  maka kita datang  karena Allah bukan karena si Fulan X atau karena yang lain" Jawab Bang Kampleng, sambil meneruskan bercerita sejarah nabi, bahwa:

 

Ubay bin Ka'ab RA  berkata:

"Suatu ketika, saat Rasulullah SAW shalat shubuh, beliau bertanya,

"Apakah kalian menyaksikan bahwa si Fulan shalat?' Mereka (para sahabat) menjawab, 'Tidak.' Beliau berkata lagi, 'Si Fulan?' Mereka menjawab, 'Tidak.'

Maka, beliaupun bersabda:

"Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan isya') adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui rahasia yang ada dalam shalat subuh dan isya', maka mereka akan mendatangi (masjid)nya, walaupun dengan merangkak-rangkak. " (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).

 

Bayangkan, seorang laki-laki yang lemah, tidak mampu berjalan tegak. Dengan keadaan demikian, di saat subuh yang gelap, dia tetap mendatangi masjid. dengan merangkak-rangkak seperti bayi untuk meraih kebaikan sesuatu yang berharga yang ada di shalat subuh berjamaah.

Demikian Kampleng berkata karena dia sering membaca dan mendengar ceramah, menyimpulkan tanda tanda mabrur haji, menurut para ulama :

 

Tanda Haji Mabrur?
Tanda Umum (Laki dan Perempuan):

·         Ucapannya lebih baik, tidak suka mencela, tidak suka berkata kasar dan

·         tidak suka marah-marah tidak pada tempatnya

·         tidak suka menggibah (gosip), tidak suka suuzoon, dengki dan iri hati

·         Pakaian makin sopan dan terjaga dalam menutup aurat dengan baik dan benar

 

Tanda Khusus Lelaki:

·         Para Haji menjadi rutin shalat jamaah di masjid terutama subuh.

 

Haji mabrur bertanda setelah haji, gaya hidupnya menjadi lebih baik

Mereka (para haji/hajjah) akan semakin banyak melakukan kegiatan bernilai akhirat dan semakin meninggalkan kegiatan yang bernilai sia-sia kesenangan dunia saja.

 

Al-Hasan al-Bashri mengatakan, “Haji mabrur adalah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat.” Ia juga mengatakan, “Tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum haji.”

 

Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan,

“Dikatakan bahwa tanda diterimanya haji adalah meninggalkan maksiat yang dahulu dilakukan, mengganti teman-teman yang buruk menjadi teman-teman yang baik, dan mengganti majlis kelalaian menjadi majlis dzikir dan kesadaran.”

 

Kesimpulan

Selama ibadah haji ada banyak pantangan (di QS Al-Baqarah 197):

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. yaitu:

·         dilarang berbantah-bantahan (ribut),

·         dilarang berbuat fasik (munafik/berbuat maksiat)

·         dilarang berkata kasar (rafats),

·         bahkan dilarang membunuh seekor nyamukpun.

 

sehingga  ibadah haji juga berhikmah, agar manusia dilatih menjadi lebih baik yang diharapkan sifat baik di mekkah akan terbawa ke tanah air setelah ibadah haji. namun demikian

Namun demikian, hanya Allah yang boleh menilai mabrur tidaknya haji seseorang. maka dari itu jangan sampai muslim menuduh "si fulan hajinya tidak mabrur" karena, para ulama hanya bisa menjelaskan tanda-tandanya sesuai dengan ilmu.

 

Jika tanda-tanda mabrur itu ada pada orang yang sudah haji, maka hendaknya mereka bersyukur pada Allah. para haji tetap terus berharap berdoa agar ibadah benar-benar diterima oleh Allah

Jika tanda-tanda mabrur itu tidak terlihat dan bahkan sebaliknya, maka harus segera banyak istighfar dan bertobat. Allahu a’lam (Hanya Allah yang maha mengetahui)’

 



Dikirim pada 25 Oktober 2011 di 1 Motivasi
comments powered by Disqus
Profile

Pada Tahun 2007, Lativi (TVOne) Meliput peresmian RumahCahaya (RC) Oleh Penulis Bunda HTR n Ananda Faiz, RC dapat menambah koleksi buku dari para Pembaca yang membeli Karya Kami dan siswa les pelatihan: secara tidak langsung menyumbang RC agar tetap terus berusaha mencerdaskan bangsa, aamiin... (Anas Mr AnasAyahara) More About me

1 Intro
SPONSOR2 grafik YM
@AnasRumahbaca
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3.640.134 kali


connect with ABATASA