0
Dikirim pada 23 Mei 2014 di Gaya Hidup
 

sudah kaya tapi kenapa belum bahagia?

sudah menikah kenapa belum bahagia?

sudah punya anak kenapa belum bahagia?

mengejar hidup bermobil mewah itu akan bahagia?

 

apa ada yang salah cara menuju bahagianya? 

 

 

Manusia harus berusaha untuk menjadi Bahagia,

 

5 Hal Penting Untuk Bahagia 

 

#1. Berusaha Melaksanakan Ibadah tambahan (sunnah) setelah ibadah wajib, contoh ibadah sunnah

  • Dhuha
  • Tahajjud
  • Saum senin kamis
  • Rawatib
  • Menjaga wudhu

Muhasabah (Evaluasi):

Setiap malam menghitung dosa diri sendiri lalu istighfar 70-100x (usahakan lebih dari itu), memaafkan kesalahan orang lain, menghapus rasa benci dan dendam kesumat.Membaca doa sebelum tidur

 

#2 Bacalah Dua Buku Perbulan Lalu Ringkaslah Seperti contoh Ini:

 

"Nikmatnya Mengenal Rasul, Rasulullah Nabi Muhammad, SAW. "

 

Buku sirah nabawiyah yang disusun oleh Ridwan Yahya ini disajikan secara praktis, dengan bahasa yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.

Kelebihan lain dari buku tersebut ialah menyajikan secara singkat tetapi padat sirah (rincian) kehidupan Nabi semenjak lahir (silsilah keturunan), ciri fisik, keluarga, peristiwa menikah, sampai wafat.

Dengan membaca buku tersebut maka kita menjadi lebih cinta Rasulullah Nabi Muhammad, SAW.

Seperti kata pepatah

Tak kenal maka tak sayang

Tak sayang maka tak cinta

Jika mengaku cinta Rasul, kita harus mengenal Rasulullah Nabi Muhammad, SAW.

 

Buku "Jangan Menjadi Penulis Profesional Jika Ingin Rugi"

Buku dengan sampul yang sangat sederhana tetapi cukup bagus isinya. Isinya memberi petunjuk bagaimana menulis yang baik, apa manfaat menulis sebagai media berbagi ilmu untuk semua profesi: dai, dokter, penyair dsb.

 

Penulis bisa memulai dengan membuat karya yang mudah dan sederhana. Tidak perlu membuat buku-buku yang tebal. Tetapi mulailah dengan tulisan yang pendek, singkat dan bermanfaat.

 

#3. Paham dan amalkan Cara membina keluarga sakinah ialah :

 

Keluarga sakinah dibangun dengan sejak kita memulai memilih pasangan, yaitu memilih pasangan yang saleh/saleha bukan semata-mata karena rupa dan harta.

Bagaimana bila sudah telanjur memilih yang kurang saleh/saleha?

Masih bisa diperbaiki dengan doa-doa dan usaha, memohon ampun beristighfar setiap hari, menghidupkan bacaan AlQuran di rumah setiap hari.

Memperbaiki komunikasi antar suami istri dan anak, agar setiap masalah yang ada, dapat segera bertemu jalan keluar dari masalah yang ada. Masalah yang besar menjadi kecil dan selesai dengan damai, rasa damai yang akan menimbulkan hati tenang, tenang adalah sakinah. Rasa tenang itu hanya dirasa di hati yang selalu mengingat Allah.

 

#4. Memahami Rasul dalam:

A. Cara berbicara

Seiring dengan sifat dan sikap beliau yang agung, tutur kata Rasulullah SAW pun sangat mengagumkan. Berikut adalah beberapa hal tentang tutur kata beliau berdasarkan keterangan para sahabatnya:

 

Beliau berbicara dengan nada perlahan;

Beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan terang sehingga mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya;

Dalam berkomunikasi, beliau memperhatikan tingkat intelektualitas dan pemahaman lawan bicaranya;

Tutur kata beliau sangat teratur, setiap untaian kata tersusun rapi;

Beliau sudi mengulang perkataannya agar dapat dipahami.

Referensi:

 

Aisyah radhiyallahu anha: “Rasulullah tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.” (HR. Abu Daud)

‘Aiysah radhiyallahu ‘anha berkata: “Tutur kata Rasulullah sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehing- ga mudah dipahami oleh orang yang mendengar- kannya.” (HR. Abu Daud)

Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengatakan: “Rasulullah sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami.” (HR. Al-Bukhari)

 

sumber http://cara-muhammad.com/peri.../cara-bicara-rasulullah-saw/

 

 

 

B. Apa yang disukai

 

C. Yang tidak disukai

 

 

#5. Mengamalkan bagaimana menerapkan tauhid dalam kehidupan sehari hari.

 

Tauhid (Arab :توحيد) dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”, mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah atau mengiktikadkan bahwa Allah SWT itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

 

Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah. Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT sendiri didalam surat Al-baqarah:163 yang artinya :

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

 

 Ialah dengan yakin bahwa Allah sebagai satu-satunya yang disembah ditaati, ditakuti, dan diharapkan, satu (tauhid) dari kata Ahad (satu) Wahid (satu)

 

Contohnya

A. Yakin hanya Allah yang memberi dam mengatur jatah rezeki atau jodoh

B. Yakin hanya Allah satu-satunya Tuhan sebagai Rabb pemelihara semesta alam

C. Yakin bahwa hanya Allah yang patut disembah

 

Penerapan tauhid dalam kehidupan :

Contoh penerapan tauhid dalam kehidupan sehari hari adalah dengan selalu mentaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya, seperti beribadah, puasa, nadzar, berdoa hanya kepada Allah, ibadah apapun yg dilakukan semata mata diniatkan hanya karna Allah, tidak berlebih-lebihan dalam mencintai sesuatu. Tawakal dan bersabar dalam menghadapi musibah.

 

maka seorang muslim akan mampu menjalankan proses penghambaannya kepada Allah tanpa merasa berat dan terpaksa, karena hanya satu tujuan mereka hidup yaitu Allah SWT.

 

mulai hubungan antara manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia lainnya, serta hubungan manusia dengan alam. akan terwujud secara selaras dan harmonis, karena memang itulah perintah Allah. Dengan mempunyai aqidah yang kuat, maka seluruh rintangan hidup dapat dilaluinya dengan baik dan ringan. Sehiongga Ada benteng yang kuat untuk mempertahankan diri dari pengaruh buruk globalisasi.

 

 

amalan tersebut diatas baru ngefek saat dilakukan dengan ikhlash bukan untuk pamer dan bukan untuk bangga diri dan menjauhi perbuatan haram

 



Dikirim pada 23 Mei 2014 di Gaya Hidup
comments powered by Disqus
Profile

Pada Tahun 2007, Lativi (TVOne) Meliput peresmian RumahCahaya (RC) Oleh Penulis Bunda HTR n Ananda Faiz, RC dapat menambah koleksi buku dari para Pembaca yang membeli Karya Kami dan siswa les pelatihan: secara tidak langsung menyumbang RC agar tetap terus berusaha mencerdaskan bangsa, aamiin... (Anas Mr AnasAyahara) More About me

1 Intro
SPONSOR2 grafik YM
@AnasRumahbaca
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3.684.039 kali


connect with ABATASA