0



Oknum ustad itu ada yang minta DP (Uang muka), emangnya mau kredit barang?

Ada juga yang minta proposal acara, terutama halaman anggaran keuangan, sehingga dana uang transport ustadnya bisa terbaca.

Pak penasihat Takmir Masjid itu berkata:
"Jangan undang ustad itu, masih banyak ustad lain yang lebih baik walaupun tidak terkenal di bumi, tapi bisa jadi namanya terkenal di langit

KISAH MAHASISWA GALAU

Kisah nyata, kuliah jam 2 s/d jam 4 sore, Seorang dosen pendidikan agama islam, sebelum mulai kuliah, tiba-tiba terlintas hatinya untuk bertanya kepada 35-an mahasiswanya di kelas

"Siapa Yang Sudah Salat Zuhur?"

"Saya" kata seorang mahasiswa

Mendengar jawaban itu sang dosen terkejut, karena yang menjawab mengangkat tangan cuma satu orang. Sisanya 34 orang tidak salat. Padahal ada waktu dua jam untuk salat zuhur (jam 12 s/d jam 2 siang)

Pakdosen terkejut dan berusaha baik sangka (huznuzon) tapi dia mau husnuzon bagaimana?,

Para mahasiswanya nggak mungkin semuanya sedang halangan/datang bulan, dan tidak mungkin semuanya sedang musafir yang melakukan jamak takhir jam 4 sore nanti)

Itulah gambaran ilmu agama islam yang diberikan menjadi sia-sia, hanya menjadi bahan diskusi melulu, tidak dijadikan amalan yang istiqamah.

Padahal orang istiqamah hatinya tidak akan galau (khawatir/sedih) Dan Orang yang istiqamah akan mendapat pelindung2/aulia (beking) dari Allah.

QS AlFushilat (41): ayat 30-31




"Apakah dengan mengundang oknumustad yang pasang tarif itu bisa mengubah jamaah?

Apakah bisa membuat pendengarnya menjadi rutin salat berjamaah?"

Dikirim pada 12 Juni 2013 di 1 Motivasi



Anda yang guru, dosen atau pengajar perlu mengetahui istilah dan ilmu kependidikan
PERBEDAAN GURU DAN DOSEN?

Dalam Undang-Undang Nomor 14tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa Guru adalahpendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikananak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikanmenengah.

Sedangkan pasal 1 ayat 2menyebutkan bahwa dosen adalah pendidikprofesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan,dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan,penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari keterangan tersebut jelasbahwa memang ada perbedaan tugas utama antara guru dan dosen. Guru bertugasmenyampaikan ilmu yang sudah ada kepada siswa. Profesi guru lebih menekankankepada proses mendidik, membimbing, mengarahkan serta mengevaluasi siswa. Lebihutamanya guru SD sebagai pemberi pondasi dasar pendidikan bagi siswa. Guru SDmengajari siswanya dari yang belum bisa menulis menjadi bisa menulis, dari yangbelum bisa membaca menjadi lancar membaca, serta dari yang belum mengenal angkamenjadi mahir dalam berhitung.
Profesi dosen lebih menekankanpada pentransformasian dan pengembangan ilmu kepada mahasiswa sehinggamenghasilkan orang-orang yang professional dibidangnya. Maka dari itu, dosenjuga mempunyai tugas melakukan penelitian yang tujuannya untuk pengembangan ilmupengetahuan yang sesuai dengan zamannya.
Meskipun terdapat perbedaan tugasutamanya, menurut saya tetap saja guru dan dosen mempunyai peran yang samayakni menularkan ilmu kepada siswa atau mahasiswa yang dididik. Dalam duniakampus pun dikenal intilah Guru Besar atau Profesor yang merupakan sebutanjabatan fungsional tertinggi bagi dosen.
Maka dari itu, penulis menganggappantas rasanya jika dosen juga disebut guru dan juga ikut merayakan hari guruyang diperingati setiap tanggal 25 November.

Dosen : pendidik professional dan ilmuan dengan tugas utama mentransformasikan,mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melaluipendidikan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai kedudukansebagai tenaga professional pada jenjang pendidikan tinggi.

EMPAT KOMPETENSI SEORANG GURU PROFESIONAL
Menurut Undang-Undang RepublikIndonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwakompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yangharus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakantugas keprofesionalan.
1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik,perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, danpengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yangdimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikatoresensial sebagai berikut;
Memahami peserta didik secaramendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik denganmemanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didikdengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekalajar awal peserta didik.
Merancang pembelajaran, termasukmemahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikatoresensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar danpembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristikpeserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusunrancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
Melaksanakan pembelajaranmemiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; danmelaksanakan pembelajaran yang kondusif.
Merancang dan melaksanakanevaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakanevaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan denganberbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untukmenentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkanhasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaransecara umum.
Mengembangkan peserta didik untukmengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki indikator esensial:memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; danmemfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
2) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkankepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladanbagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci subkompetensitersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

Kepribadian yang mantap danstabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum;bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memilikikonsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
Kepribadian yang dewasa memilikiindikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidikdan memiliki etos kerja sebagai guru.
Kepribadian yang arif memilikiindikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatanpeserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalamberpikir dan bertindak.
Kepribadian yang berwibawamemiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positifterhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
Akhlak mulia dan dapat menjaditeladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius(iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yangditeladani peserta didik.
3) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi danbergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenagakependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:
Mampu berkomunikasi dan bergaulsecara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasisecara efektif dengan peserta didik.
Mampu berkomunikasi dan bergaulsecara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
Mampu berkomunikasi dan bergaulsecara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
4) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakanpenguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakuppenguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuanyang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologikeilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagaiberikut:

Menguasai substansi keilmuan yangterkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajaryang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuanyang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupansehari-hari.
Menguasai struktur dan metodekeilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dankajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Keempat kompetensi tersebut diatas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena itu,secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secaramendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content)maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yangmendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasiproses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan;dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guruyang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional(Ngainun Naim, 2009:60).

ISTILAH DALAM DUNIA KEPENDIDIKAN INDONESIA
KTSP
Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan (KTSP) adalah sebuahkurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridisdiamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005tentang Standar Nasional Pendidikan
Dalam KTSP guru lebih diberikebabasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisisiswa serta kondisi siswa berada. Hal ini disebabkan kerangka dasar (KD),standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar(SKKD)setiap mata pelajaran untk satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Depdiknas.Jadi pengembangan perangkat pembelajaran, seperti silabus, sistem penilaianmerupakan kewenangan satuan pendidikan.
Penyusunan KTSP oleh sekolahdimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan StandarKompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yangditerbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yangdikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

MBS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
manajemen sekolah yang diacusebagai manajemen berbasis sekolah (school based management) atau disingkatMBS. Di mancanegara, seperti Amerika Serikat, pendekatan ini sebenarnya telahberkembang cukup lama. Pada 1988 American Association of School Administrators,National Association of Elementary School Principals, and National Associationof Secondary School Principals, menerbitkan dokumen berjudul school basedmanagement, a strategy for better learning. Munculnya gagasan ini dipicu olehketidakpuasan atau kegerahan para pengelola pendidikan pada level operasionalatas keterbatasan kewenangan yang mereka miliki untuk dapat mengelola sekolahsecara mandiri.
Umumnya dipandang bahwa parakepala sekolah merasa tak berdaya karena terperangkap dalam ketergantunganberlebihan terhadap konteks pendidikan. Akibatnya, peran utama mereka sebagaipemimpin pendidikan semakin dikerdilkan dengan rutinitas urusan birokrasi yangmenumpulkan kreativitas berinovasi.

Di Indonesia, gagasan penerapanpendekatan ini muncul belakangan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerahsebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Selama ini, sekolahhanyalah kepanjangan tangan birokrasi pemerintah pusat untuk menyelenggarakanurusan politik pendidikan. Para pengelola sekolah sama sekali tidak memilikibanyak kelonggaran untuk mengoperasikan sekolahnya secara mandiri. Semuakebijakan tentang penyelenggaran pendidikan di sekolah umumnya diadakan ditingkat pemerintah pusat atau sebagian di instansi vertikal dan sekolah hanyamenerima apa adanya.
KKM
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)adalah kriteria atau acuan atau pedomandasar dalam menentukan pencapaian Minimal hasil belajar peserta didik.
kriteria tertentu dalammenentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakanpeserta didik mencapai ketuntasan
SNP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
SNP, merupakan kriteriaminimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI. DikeluarkannyaPP No.19 tahun 2005 tentang SNP, bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikandi Indonesia termasuk di dalamnya pendidikan madrasah. Adapun fungsinya adalahsebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalamrangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Lingkup SNP meliputidelapan komponen pendidikan yaitu Standar Pengelolaan; Standar Pendidik danTenaga Kependidikan; Standar Sarana Prasarana; Standar Pembiayaan; StandarProses; Standar Isi; Standar Penilaian dan Standar Kompetensi Lulusan. Kedelapan standar tersebut menjadi syarat bagi semua satuan pendidikan termasukmadrasah.
RPP
Rencana Pelaksanaan Pendidikan(RPP) pada hakekatnya merupakan perencanaanjangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukandalam pembelajaran. dengan demikian RPP merupakan upaya untuk memperkirakantindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
sumber: Drs. Khairuddin, MA, dkkKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Konsep dan Implementasinya diMadrasah, Madrasah Development Center (MDC) Pilar MEdia JATENG semarang 2007,halaman 145

rujukan:
1. http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/05/15/manajemen-berbasis-sekolah-mbs/
2. http://congkodok.blogspot.com/2013/03/materi-kuliah-manajemen-sumber-daya.html
3. http://karwapi.wordpress.com/2012/10/09/langkah-langkah-penyusunan-kriteria-ketuntasan-minimal-kkm-sekolah-dasar/
4. http://balitbangdiklat.kemenag.go.id/sinopsis-hasil-penelitian/pendidikan-keagamaan/461-pemenuhan-standar-nasional-pendidikan.html
5. http://pengertianpengertian.blogspot.com/2012/11/pengertian-rpp.html
6. http://karwapi.wordpress.com/2013/05/31/ada-empat-kompetensi-yang-harus-dimiliki-oleh-seorang-guru-profesional/
7. http://romdlonelqudsy.wordpress.com/2012/11/26/samakah-profesi-guru-dan-dosen/
8. http://pandra12.wordpress.com/2012/06/30/perbedaan-mendasar-antara-guru-dan-dosen-microsoft-word/


Dikirim pada 04 Juni 2013 di 1 Motivasi


Tanpa harus capek ceramah sampai mulut berbusa, dengan bercerita pesan ilmu bisa sampai pada pendengarnya.

Pada hari ahad kemarin, ada acara seru untuk anak-anak, ada hadiah, ada canda tawa dan dongeng untuk anak, tanpa terasa anak mendapat ilmu dari cerita-cerita, anak pada umumnya tidak suka ceramah, anak suka cerita.

Seru acaranya di TBM Rumah Cahaya FLP depok Griya Lembah Asri


Terima kasih:
@de pita (pendongeng)
@galuh
@melvin
@bening

untuk remaja yang masih lajang mau tahu kisah2 taaruf sebelum pernikahan

Para Penulis Buku Taaruf Lucu Berkesan, berbagi buku tersebut untuk perpus TBM Rumahcahaya FLP, silakan dibaca ya , kalau ada yg nikah bisa buat kado, bukunya warna nge-pink lagi :), ayo cari di acara foto bersama ini






Dikirim pada 02 Mei 2013 di 1 Motivasi


manusia jarang yang pelit memberi makan kepada tubuhnya. segala macam makanan, bahkan makanan yang anehpun diberikan untuk tubuhnya. Sehingga tubuhnya membesar subur makmur

tetapi sayang banyak manusia yng pelit memberi makan kepada ruhnya, sehingga ruhnya menjadi kurus kering kerempeng kering kerontang

itulah kebanyakan manusia pelit dalam memberi makan ruhnya sendiri,
sehingga manusia yang ruhnya kerempeng menjadi mudah rakus dunia, mudah marah, dan serakah,

lalu apa sih makanan ruh, makanan ruh ialah nasihat, zikir dan ta`lim (ilmu).

ruh harus banyak dikasih makan, karena ruh hidup selamanya,

sedangkan tubuh, beri makan tubuh secukupnya saja, karena tubuh tidak hidup selamanya, bahkan kebanyakan tubuh manusia akan menjadi makanan cacing dan belatung.

Dikirim pada 02 Mei 2013 di 1 Motivasi
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Pada Tahun 2007, Lativi (TVOne) Meliput peresmian RumahCahaya (RC) Oleh Penulis Bunda HTR n Ananda Faiz, RC dapat menambah koleksi buku dari para Pembaca yang membeli Karya Kami dan siswa les pelatihan: secara tidak langsung menyumbang RC agar tetap terus berusaha mencerdaskan bangsa, aamiin... (Anas Mr AnasAyahara) More About me

@AnasRumahbaca
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3.632.013 kali


connect with ABATASA