0


Fiksi Eil Feel Baca Ilfil
Karya Blog Menarik: ayahara.abatasa.com

"Alhamdulillah, jadi juga nikah" Kata hati si Juki
"Abang... Kapan kita beri tahu kak Ina" Kata Rika
"Nanti saja dek Rika.. kita kan masih bulan madu 3 hari, bulan madu bila menikahi janda… " Kata bang Juki

"Dek Ina, jadwal abang minggu ini berubah, ada show selama tiga hari lagi di kota M jadi abang pulang tanggal 17, salam buat anak-anak... Muach untukmu" telpon bang Juki berbohong.

***Sementara itu, Pagi harinya, kira kira 100 Km dari Kota Bang Juki menikahi Rika....

Mas Arul berkata pada istrinya
"Mah, hari ini aku mau taaruf dengan Dhila"

"Taaruf? Serius?" Lilis terkaget, suaminya berkata begitu.

"Iya serius... Ini aku ganti baju mau berangkat.. " kata Mas Arul yang akan menemui teman internetnya.

***sorenya...
"dredet" HP Lilis bergetar seperti bergetar hatinya menunggu kabar suaminya bertaaruf. 1 Pesan diterima.

"Mah, aku di rumahnya Dhila, ngobrol dengan ortunya. Mereka memohon padaku agar menikahi dhila. maka langsung aku terima, kasihan mah, umur Dhila 2 tahun lagi sudah 40, jadi hari ini aku nggak pulang 7 hari, karena aku menikahi gadis, oh iya mah, dua cincin yang mamah pilihkan itu, cincin yang satu kujadikan hadiah buat mamah"

"Oh.. Ya sudah..." kata Lilis
Segitiga Cinta Arul-Lilis-Dhila menyusul segitiga Juki-Ina-Rika

2 Bulan Kemudian, setiap 3 hari, Arul merasakan rindu pada Lilis.
senin-selasa-rabu ketemu Lilis, Kamis-jumat-sabtu ketemu Dhila, minggu-senin-selasa kembali ke Lilis, dst, sehingga secara matematis terjadi rolling malam mingguan seperti orang pacaran saja.

Lilispun merasakan rindu yang dulu jarang ia rasakan, yang biasanya bertemu setiap hari dengan suami. Sejak mendapat “adik” bernama dhila. Lilis baru merasakan nikmatnya cinta bila berpisah, tidak akan ada rindu bila tiap hari bertemu.
***sementara itu dua bulan Bang Juki belum juga memberitahukan pernikahannya kepada istrinya, apalagi kepada wartawan.

sebagai artis, Juki hanya berani di panggung, tetapi takut pada istrinya.
akhirnya wartawan bisa mencium kebohongan yang ditutupinya.

"Bang Juki Menikah Lagi" tertulis di media dan Infotainmen yang sangat haus memberitakan artis/seleb yang pengecut sembunyi-sembunyi.

Juki membuat konferensi pers dengan menampilkan istri pertamanya Ina.di depan kamera, Ina memberi senyum terpaksa. Wartawan bisa membacanya.

Bang Juki bingung kenapa istrinya bisa tahu. Juki juga salah membagi waktu bingung 7 hari dibagi dua tidak bisa. Sehingga sabtu-minggu-senin dengan Rika, sisanya dengan Ina, sisanya Juki tidur di Masjid.

Setahun kemudian Juki terpaksa bercerai dari istri pertamanya, karena Ina menjadi wanita dingin dan ilfil, ina merasa sakit…. dibohongi suaminya yang tadinya sangat dipercayainya. Padahal sebelumnya ina sudah mengizinkan Juki menikah lagi. Ina berkata

“Kenapa abang harus berbohong?”



Suka · · Bagikan · Hapus

Leyla Imtichanah, Nessa Kartika, Vanda Nur Arieyani dan 9 lainnya menyukai ini.

Seviyant Bhutu Keke nice story!
06 April jam 19:35 · Tidak Suka · 1 orang

Utrit Hirata ijin copas bang
07 April jam 13:14 · Tidak Suka · 1 orang
Anas Rumahbaca ‎@utrit, silakan
07 April jam 15:53 · Suka



Ratna Dks Keren, ngasih dua sudut pandang berbeda dalam menyikapi isu poligami
07 April jam 18:53 · Suka

Yuniardi Permana Jsix subhanallah, makasih ya pak udah tag, cerita ini hrs menjadi pelajaran untuk ku, jangan sampai terjadi dlm hidupku, aamiin.
07 April jam 19:12 · Suka

Rina Be Better ‎---selalu...cerita sarat makna---

Syukron dah dtag ^^
07 April jam 20:51 · Suka

Syaque Hikaritokusaikizoku Elsheeraknightvanrijkdomwkkkkk BaNg Anas mamang sukanya gitu kalo nulis.. Pengalaman atau (...?)
07 April jam 21:09 · Suka

Vanda Nur Arieyani Keren... Senyum2 bacax, beneran cerdas deh si abang ngungkapinnya.ini masalah sensi soalnya bagi ibu2 hehe. Mkasih banget tagnya, lain kali jangan bosen ngetag lg:)
07 April jam 22:06 · Suka
Anas Rumahbaca ‎@syaque, "membaca" pengalaman orang n mdengar ceramah bs jd sumber mbuat cerita fiksi yg bs diambil hikmahnya,
@vanda, bnyk prmasalahan hidup yg sbnenarnya bs dikemas dalam cerita trus dikasih bumbu n hikmah, shingga dari sensi jd senyum :)
08 April jam 4:44 · Suka

Dikirim pada 07 September 2011 di Menikah


Jalan Pintas Menuju Bahagia
oleh Anas Rumahbaca pada 11 Agustus 2011 jam 19:09
“Kita mau kemana yah? Tanya sang anak yang masih berseragam TK

“Kita sedang menuju rumah panti asuhan anak yatim dan dhuafa” Jawab Ayah.

“Asyiik….” Kata sang anak. wajahnya cerah bagaikan langit biru, senyum manis bagaikan anak yang mendapat pembagian gratis es krim coklat nikmat

Setiap bulan sehabis gajian, Sang Ayah mengajak anak dan istrinya kesana menemui pengasuh panti asuhan, sang Anak yang mengisi buku tamu, memberi uang sedekah, dan sang anak juga yang menandatangani kwitansi tanda terimanya. Raut wajah sang anak memancarkan bahagia.

Selesai memberi sedekah kepada anak yatim, di hati mereka timbul rasa tenang nyaman dan bahagia di dada yang tidak bisa dilukiskan dengan kata kata.

Baik ketenangan orang tua, juga menular kepada ketenangan hati anak.

Ketenangan hati menghapus keluh kesah, dengan cara shalat yang khusyu, rutin, dzikir zakat, infaq dan shadaqah

Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah.
Apabila ia ditimpa kesulitan berkeluh kesah, tapi bila mendapat kebaikan ia amat kikir.
Kecuali orang orang yang mendirikan shalat dan mereka tetap mengerjakan shalatnya.

Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, untuk orang (miskin) yang meminta
dan yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).”
(QS. Al Ma’arij : 19-25)

Dikirim pada 15 Agustus 2011 di Menikah


Wanita Lebih Aman Nembak Duluan
by Bang Anas on Thursday, June 9, 2011 at 5:51pm





"Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya
maka Nikahkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas."
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Wanita melamar ("nembak") duluan dalam arti "memberi sinyal" bukan melamar dalam bentuk upacara adat / ritual

Banyak wanita terjebak oleh lamaran pria yang tidak dicintainya, lalu menolaknya sehingga wanita bisa mendapat fitnah (kerusakan yang meluas) bila menolak lamaran yang datang dari laki-laki baik (shalih) tersebut.

Apalagi di zaman materi ini, banyak lelaki baik-baik tetapi sayang secara lahir dan materi kurang “berkepribadian” (kurang rumah pribadi dan kendaraan pribadi), lelaki model begitu, biasanya bukan idaman kebanyakan wanita masa kini.

Wanita masa kini banyak yang melupakan sabda Nabi : bila wanita menolak lamaran lelaki baik maka akan timbul fitnah (kesusahan/cobaan/kerusakan yang meluas), bahkan meluasnya kerusakan di masa depan.
Berbagai fitnah/cobaan akan datang. Contohnya
Bisa saja berkibat wanita tersebut menjadi perawan tua, si wanita menjadi sangat telat nikah, kalaupun dia menikah maka mereka akan mendapat fitnah/menderita, contohnya akhirnya dia menikah terpaksa dengan lelaki yang tidak dicintainya.
Rumah tangga menjadi tidak sakinah alias terlalu sering ribut. tidak ada rasa sakinah (tenang) di hati
Agar terhindar dari hal seperti di atas, maka lebih baik wanita "nembak duluan" silakan perempuan memilih pria yang disukai. Mau Yang ganteng? Atau mau yang pintar atau alim? Atau yang kaya? Terserah anda asalkan amal(perbuatan) dienul islamnya bagus.

Daripada wanita keduluan dilamar pria baik-baik (shalih) diridhai agamanya terus wanita dan camer menolak, keluarga bisa kena bala. Maka Lebih baik si wanita "melamar" duluan. Perkara nanti (takut) ditolak itu resiko. Agar tidak malu dan tidak gengsi, maka wanita bisa menggunakan jasa perantara alias PI (private investigator) atau bahasa kerennya "mack chomp blanc".

Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Gengsi Dong?
Kebanyakan perempuan kan gengsi kalau mereka yg ’melamar’ duluan.?
Jawab: Tidak perlu gengsi, karena banyak sejarah perempuan “menembak” duluan. Siti Julaeha “menembak duluan” Nabi Yusuf AS, yang tampan. Siti Khadijah “menembak duluan” Nabi Muhammad SAW yang (menurut ulama) Nabi Muhammad SAW lebih tampan daripada nabi Yusuf.
kisah-nabi-bertemu-khadijah ada di
http://ayahara.abatasa.com/post/detail/15592/kisah-nabi-bertemu-khadijah

So Makan saja gengsi dengan sambal, nikmat... :)

Wah kesempatan nih....!
Iya kesempatan bagi wanita dan juga pria agar berani melamar, mengungkapkan isi hatinya, soal teknis bisa pakai perantara, atau kalau berani, langsung bicara.

Kalau Baru Tahap Ta’aruf Bagaimana?
Kalau baru taaruf tidak masalah, karena tidak ada soal penolakan atau tidak penolakan. Taaruf baru kenalan, siapapun boleh kenalan, berbeda dengan Khitbah (melamar/meminang) “nembak secara resmi”.

apa-bedanya-pacaran-taaruf-dan-khitbah ada di
http://www.ayahara.abatasa.com/post/detail/16153/apa-bedanya-pacaran-taaruf-dan-khitbah




Bagaimana Kalau Orang tua nggak ridha? kan ana tidak mau jadi anak durhaka?
Bila orang tua yang menolak lamaran calon menantunya maka orangtua sekeluarga akan mendapat “fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas”. Orang tua yang shalih biasanya tidak akan menolak lamaran pria yang shalih

Bagaimana Sesudah istikharah tetapi ibu juga tetap menolak ?
Sang ibu harus diberi pemahaman dan doa dari anak-anaknya

*silakan baca buku pernikahan yang warna coklat bergerak dari kanan di http://ayahara.abatasa.com/
baca gratis di perpus mini tersebut

Dikirim pada 09 Juni 2011 di Menikah

Ketika guru komputer mengajar MS Access bab menyaring (filter) data yang memerlukan masukan kriteria. Dari begitu banyak data, akan dihasilkan sedikit data tersaring bila terlalu banyak pasang kriteria,

Begitu pula dalam menyaring calon pendamping hidup. Banyak orang mempersulit pilihan dengan terlalu banyak banyak kriteria di dalam filter Jodohnya, contoh: kriteria calon yang diinginkan:
Perjaka/gadis
Duda/janda tanpa anak
usia sekian s/d sekian
Pekerjaan pns, pegawai swasta tetap
Tinggi sekian
Berat sekian
Kulit warna tertentu
pendidikan minimal sekian
Hapal surah Arrahman
Suka Travelling
Ganteng atau Cantik
Wow... secara logika (bahasa kerennya, hukum sunnatullah), Kriteria atau syarat menjelimet itu akan sangat hampir mustahil ada calon yang memenuhi semua kriteria di atas, kalaupun ada, kemungkinan hanya ada 1 atau 2 orang, tapi apakah si doi (calon) juga tertarik dan suka pada orang yang pasang banyak kriteria tersebut?

Padahal kalau kita mau merujuk teladan dari nabi, Nabi kita saja hanya memasang 1 kriteria dari empat kriteria yaitu agama. 3 kriteria lainnya hanya bonus saja.
Tetapi..., sayangnya banyak Manusia biasa, minta terlalu banyak kriteria, hhh...kasihan filter databasenya....
Mari renungkan banyak orang yang memasang sedikit kriteria saja, seringkali jodohnya sulit datang, apalagi bila mereka memasang banyak kriteria? Lebih sulit lagi.

Jalan Keluar:

Bila kita mau memasang kriteria ikuti cara dari hadits nabi:
Yang bagus pengamalan agama islamnya
yang bagus fisiknya (cantik/ganteng)
yang bagus kedudukan/keturunan
yang bagus hartanya
Atau 2 Kriteria saja (1 agama, 1 kriteria di antara 3 (cakep, keturunan atau harta) misal:

Yang bagus pengamalan agama islamnya
yang bagus fisiknya (cantik/ganteng)
atau misal:
Yang bagus pengamalan agama islamnya
yang bagus hartanya atau tajir :)
Untuk embel-embel lain misalnya,
umur,
pendidikan,
pekerjaan
Hoby
Status Duda Janda
Status Gadis Perjaka
dan hal-hal lainnya
insya Allah, nanti kita bisa mempertimbangkannya saat perkenalan (atau taaruf), bila ada sedikit kekurangan, insya Allah bisa tertutupi oleh kelebihan-kelebihannya dan rasa sreg di hati saat berjumpa, (karena mustahil ada manusia sempurna tanpa kekurangan). Lalu dilanjutkan dengan Istikharah sebelum mengambil keputusan.
Dengan demikian, mudah-mudahan dengan doa dan dengan memasang sedikit syarat saja (maks 4 kriteria) maka Allah akan mempermudah jodoh kita.
, aamiin...
*-*-*-*-*-*-*-* Rujukan Hadits Nabi *-**-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Wanita dinikahi karena empat kriteria, yakni
karena harta kekayaannya,
karena kedudukannya,
karena kecantikannya, dan
karena agamanya.
Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)

*berlaku sebaliknya (pria juga dinikahi karena empat kriteria)


*-*-*-*-*-*-*-* Rujukan Hadits Nabi *-**-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Wanita dinikahi karena empat kriteria, yakni
karena harta kekayaannya,
karena kedudukannya,
karena kecantikannya, dan
karena agamanya.
Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)

*berlaku sebaliknya (pria juga dinikahi karena empat kriteria)



Komen FB
Aish Bathu, Nurul Maryanti, Saya Riadhi Mochtar dan 17 lainnya menyukai ini.
Hanif Udin Judulnya bikin penasaran nih Bos!
21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Vikem Rahayu Fitri so???
21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Anna Akhirrunissa Apriana Bgmn klo kiteriany cm agma ja,tdk muluk2 cm dy tdk mau meninggalkan sholt wjb,sunnah2 slalu dikerjakan...it ja tp knp sulit ya....hehe afwn
20 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat...
Senandung Sunyi Ga smua orng yg blum dpt jodoh memasang kriteria spt yg diatas, hnya saja waktunya blum tepat bagi Allah untuk mengabulkan doanya tuk mendapat jodoh.
20 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat...
Fitri Kandaha Hohohoooo... yah namanya filter tu tetep penting tapinya... cuma ya jangan kebanyakan aja initnya kan Bang...??
19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Bang Anas ‎@hanif, salah satu cara note agar ada yg baca, buat judul memancing penasaran
@vikem, jawabnya ada di hadits nabi (hampir semua muslim tahu) yaitu 4 kriteria, didalamnya ada 1 kriteria yaitu pengamalan agama islam sbg kriteria yg utama
19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Bang Anas ‎@anna, itu tanda belum waktunya saja, bisa jadi Allah akan memberikan giliran yg indah pd waktunya
19 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat...
Bang Anas ‎@senandung, betul, islam punya sistem baku : permudahlah
@fitri, betul, filter utama yg sesuai hadits
19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Senandung Sunyi
Skedar brbagi... tempo hari aku hampir nikah dgn orng yg mgk tdk trmasuk dlm kriteria sbagian orng.. Aku PNS dia hnya seorang sales suatu produk, aku sarjana dia hnya tamat SMA, kluarganyapun dr kluarga yg sangat sangat sderhana, aku jg tdk... mmpermasalahkan status, usia n fisiknya... yg aku suka hnya agamanya tp nyatanya Allah blum mngijinkan. Ada jg seorang pria S2, PNS dgn latar agama yg ckup n kluarga yg mampu n itu jg ga jd krn pribadinya trnyata ga sbagus apa yg dia punya. Klu sdh spt itu gmn? mmpersulit jodoh or mmg ktentuan Allah?Lihat Selengkapnya
18 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Aish Bathu Kasihan filter mending di gendong ja....ya..yaks kan khan?
13 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Bang Anas ‎@senandung, kejadian yg anda alami bukan salah anda, anda tdk mempersulit diri.

@aish, digendong?
11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
Aish Bathu Yach digendong oleh agama mjdkn insan yg soleh/soleha &hidup terarah....jika kita mjd orng soleh/soleha jodoh kita akn sma halnya dgn kita...lelaki baik" utk permp baik begitu pula sebaliknya permpuan baik" utk lelaki yg baik(dlm Al Qur�an) so lo mw dpt jdh orng bae berusaha jd org bae dlu...hihihi slm ukhuwah

Dikirim pada 14 Februari 2011 di Menikah
Awal « 1 2 3 4 5 6 7 » Akhir
Profile

Pada Tahun 2007, Lativi (TVOne) Meliput peresmian RumahCahaya (RC) Oleh Penulis Bunda HTR n Ananda Faiz, RC dapat menambah koleksi buku dari para Pembaca yang membeli Karya Kami dan siswa les pelatihan: secara tidak langsung menyumbang RC agar tetap terus berusaha mencerdaskan bangsa, aamiin... (Anas Mr AnasAyahara) More About me

@AnasRumahbaca
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.002.959 kali


connect with ABATASA